UE bantu RI euro13,5 juta atasi flu burung
Selasa, 09 Februari 2010 10:48:40
20100209104840_FLU_BABI_TAMIFLU.JPG

JAKARTA:  Uni Eropa menyediakan  dana  sedikitnya  euro13,5 juta  untuk  membantu Indonesia dalam  mengatasi pandemi flu burung, dan membiayai  sejumlah program kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan merebaknya virus H1N1 itu.

“Kebutuhan untuk bekerja sama dalam menghadapi ancaman flu burung dan manusia sangat perlu. Untuk itu Uni Eropa sudah menyediakan dana global sekitar 70% dari US$1,5 miliar untuk membantu pencegahan dan pengendalian flu burung di seluruh dunia,” kata Julian Wilson, Duta Besar/Kepala Delegasi Uni Eropa pagi ini usai membuka seminar Mempersiapkan Indonesia menghadapi pandemic influenza di Hotel Le Meridien Jakarta.

Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementrian Kesehatan, mengatakan hibah yang diberikan oleh Uni Eropa itu akan dikelola melalui Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dana sebesar euro13,5 juta tersebut, katanya,  akan dipergunakan untuk membantu Indonesia secara substansial, di antaranya pelatihan pengendalian infeksi bagi 100 rumah sakit rujukan penanggulangan flu burung, pelatihan pengendalian mutu bagi jaringan laboratorium flu burung, dan proyek percontohan Pasar Pangan Sehat di 10 wilayah, serta dukungan bagi penelitian para ahli yang dapat membantu negeri ini dalam mendeteksi sedini mungkin bermutasinya virus H1N1 tersebut.

Dalam seminar tersebut juga berlangsung acara serah terima 22 mobil ambulans untuk beberapa rumah sakit terpilih, seperangkat peralatan penanganan pasien Avian Influenza (flu burung) untuk 7 rumah sakit, dan beasiswa bagi 48 mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program pelatihan epidemiologi lapangan (FETP).

Sementara itu Stephan Jost, Pjs Perwakilan WHO untuk Indonesia, mengatakan Virus H1N1 menyebar sangat cepat dan hampir seluruh negara di dunia mengkonfirmasikan ada kasus. Menurut data terakhir pada 2009, katanya,  ada 109 negara yang terjangkiti virus H1N1, dan menyebabkan  15.000 kematian.

Untuk memberantas penyakit menular ini, dalam tahun ini, kata Jost, akan diselenggarakan sebuah konferensi tingkat dunia di Hanoi Vietnam. Dalam konferensi tersebut akan dibicarakan tindakan seperti apa mencegah dan mengatasi penyebaran  flu burung .

“Indonesia diminta aktif dalam acara itu. Mencegah krisis bersama, tantangan dalam sistem pelayanan kesehatan yang dihadapi semuanya. Tapi dengan mitra nasional, kita bisa diatasi krisis mendatang. Kami konsisten dan komitmen untuk bisa atasi tantangan tersebut,” ujarnya.(Bisnis Indonesia/JIBI/ Rahmayulis Saleh)

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar