Berkendara aman dan nyaman
Minggu, 07 Februari 2010 10:21:05
20100207102105_revo.jpg

Memiliki komunitas dengan kesukaan yang sama menjadi harapan banyak orang. Honda Revo Club Yogyakarta (HRCY) terbangun untuk memfasilitasi keinginan itu.

Rabu lalu, (3/2), bertempat di sisi barat Bundaran UGM sekelompok orang dengan Honda Revo yang berjajar rapi bergerombol mengisi sore dengan obrolan santai.

“Kami berkumpul tiap Rabu sore di Bundaran UGM dan Sabtu malam di Balai Kota,” terang Ketua HRCY, Muhamad Ali Syahid kepada Harian Jogja waktu itu.

Sore itu menjadi bagian dari rutinitas HRCY yang mereka sebut sebagai Rabu Gaul. Agenda ngumpul komunitas ini tidak melulu membicarakan seputar otomotif dan Honda Revo. “Obrolan selalu mengalir, setidaknya selalu menyelipkan imbauan kepada teman-teman untuk berkendara sopan aman, dan nyaman” terang pemrakarsa HRCY ini.

HRCY sendiri terbentuk pada 7 September 2009 dengan pioner Ali bersama beberapa rekan Bagus, Ronald, dan Ongko. Menurut Ali, HRCY terbentuk karena hingga waktu itu belum ada wadah bagi pengendara Honda Revo di Jogja. “Selain itu ada dorongan dari kawan-kawan Honda Revo Jakarta yang sudah terbentuk sebelumnya,” lanjut mantan Ketua Harian HRC Jakarta ini.

Revo's biker
Meski ratusan pengendara Honda Revo berkeliaran di Jogja, nyatanya tidak gampang untuk menyatukan mereka dalam satu wadah. Lebih-lebih usia komunitas ini masih terbilang muda, lima bulan pada Februari ini. Kini, keinginan besar untuk menjaring kawan pengguna Honda Revo  inilah yang menjadi kerja keras HRCY untuk mempertemukan mereka dalam satu komunitas.

Selain pemrakarsa yang sudah saling kenal sebelumnya, anggota Revo mulai bergabung lewat ajakan jejaring sosial Facebook dari akun 'Honda Revo Club Yogyakarta'. Di samping itu, masing-masing anggota mengenalkan komunitas dari pertemanan mereka masing-masing. “Bahkan kalau sedang ngumpul lalu lewat pengendara motor Honda Revo, seringnya kami kejar dan ajak untuk gabung,” tukas Wakil Ketua HRCY, Satriaji Sasongko.

Untuk mengenalkan dan menarik simpati pengendara Honda Revo, HRCY juga membuat brosur dan stiker yang disebarkan kepada sasaran yang tepat. Hingga kini, anggota resmi HRCY sejumlah 13 orang dengan calon anggota lima orang. HRCY sendiri menampung pengguna dan pengendara motor Honda Revo dan  Absolut Revo.

Dalam menjaring anggota, klub yang bermarkas di  Pandega Wreksa No.16C terbuka bagi semua pengendara Revo dan Absolut Revo yang berdomisili di Jogja dan sekitarnya. “Asal punya SIM dan mau belajar berorganisasi pasti bisa gabung di HRCY,” lanjut Ongko.

Dukungan
Sebagai salah satu keluaran produk Honda, HRCY sendiri berdiri dengan dukungan dari Paguyuban Motor Honda Yogyakarta (PMHY). Menurut Ali, beberapa even yang diselenggarakan PMHY juga mendapat dukungan dari HRCY sebagai bagian dari wadah itu.

Sebagai Humas PMHY 2010-2011, Ali mengatakan bahwa HRCY memiliki visi misi yang dirumuskan bersama. Selain menjadi wadah komunikasi dan aspirasi pengguna Honda Revo, HRCY juga bertujuan menjalin silaturahmi sesama klub dan HRC di Indonesia. Menurut Ali yang diamini Ongko, yang paling penting untuk masing-masing anggota adalah bagaimana meningkatkan kesadaran akan kelengkapan berkendara dan tertib berlalu lintas.

Salah satu agenda untuk memenuhi visi dan misi tersebut dilakukan saat Kopdar Sabtu malam. Beberapa kali saat pertemuan dilanjutkan dengan touring lokal dalam kota sambil mengenalkan kode-kode atau sinyal tangan dan kaki antar anggota. “Kode ini untuk kepentingan keselamatan berkendara, safety riding,” ucap Ali.

Dari awal terbentuknya, HRCY telah beberapa kali melakukan perjalanan bersama diantaranya Touring dengan PMHY dan Touring ke Kudus dalam rangka Rapat Kerja Daerah HRC Jateng-DIY. Untuk acara komunitas sendiri beberapa kali melakukan perjalanan bersama area DIY diakhiri Family Gathering untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota HRCY.

Ke depan, HRCY menaruh keinginan untuk menggugah kembali kesadaran akan pentingnya berkendara, mematuhi dan sadar akan UU lalu lintas, juga berharap agar motor di Jogja kembali ke gaya standar dengan dua spion untuk keamanan berkendara. “Yang pasti, ingin mejadi klub motor yang 'rapi' dan membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan sponsor pada even tertentu,” harap Ali.

Oleh Pamuji Tri Nastiti
WARTAWAN HARIAN JOGJA

KOMENTAR PEMBACA
  1. Ali

    2010-02-23 23:37:46
    Komen tho...

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar