Jum'at, 05 Februari 2010 15:58:29
JOGJA: Maraknya penjualan ayam mati kemarin (tiren) di beberapa pasar di Jogja tidak membuat warga resah. Hal itu mereka senantiasa memilih ayam dengan kualitas baik. Selain itu, beberapa warga juga sudah memiliki langganan sendiri ketika membeli ayam di pasar.
M. Nur, seorang pedagang yang kesehariannya berjualan ayam goreng di Jalan Sultan Agung mengaku, dirinya sudah langganan membeli ayam di Pasar Sentul. Tidak hanya itu, ia juga melihat langsung kondisi ayam yang akan dibelinya.
"Ayam yang saya beli merupakan ayam yang baru dipotong dan masih segar,” ujarnya ketika ditemui Harian Jogja, Jumat (5/2).
Biasanya ia membeli ayam 3-4 kg per hari di penjual ayam yang telah dipercaya olehnya. Dengan begitu, ia tidak perlu khawatir akan kualitas ayam yang dibelinya itu.
Ketika ditanya mengenai maraknya penjualan ayam tiren, ia mengaku pernah mendengar namun belum melihat langsung ayam yang harganya jauh lebih murah tersebut. Ia berujar bahwa dirinya tidak mau main-main dengan kualitas ayam yang dibelinya.
“Ya saya sih sudah percaya pada penjualnya, jadi tidak perlu ada yang ditakutkan. Bahkan, sebenarnya saya selalu membeli ayam yang harganya di atas rata-rata,” ungkapnya.
Di tempat lain, Kartini, pedagang angkringan di sekitar Alun-alun Utara mengaku dirinya selalu pilih-pilih jika membeli ayam di pasar. Meski begitu, ia akan tetap hati-hati dengan maraknya penjualan ayam tiren tersebut.
“Sebenarnya saya tidak tahu berita tentang ayam tiren itu, tapi kalau beli ayam juga saya pilih-pilih kok,” ujarnya.
Seperti diketahui, penjualan ayam tiren tengah disorot oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja. Beberapa hari terakhir telah ditemukan penjualan ayam tiren di beberapa tempat seperti Pasar Beringharjo dan Pasar Terban. (Harian Jogja/Aditya Putra Perdana)
