Jum'at, 05 Februari 2010 13:51:18
JOGJA: Sekurangnya 100 siswa SMP Muhammadiyah 10 Jogja melakukan unjuk rasa dan menuntut kepala sekolahnya mundur.
Aksi yang diikuti siswa kelas IX hingga XII itu dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB siang ini (5/1). Selama aksi unjuk rasa, siswa laki-laki mengendarai motor lalu lalang di depan sekolah sembari meraungkan kendaraannya.
Dua siswa pengendara sepeda motor sempat terjatuh saat aksi konvoi itu, namun tidak mengalami cidera. Sementara siswa perempuan bergerombol di tiga titik di depan sekolah. Sembari sesekali mendukung konvoi dengan sorak sorai dan teriakan meminta kepala sekolah mundur.
Meski tak mengungkapkan tuntutan secara langsung, beberapa siswa saat ditanya Harian Jogja meminta kepala sekolah mundur. Siswa merasa peraturan yang dibuat kepala sekolah terlalu ketat.
Bahkan ada dua guru dan tiga siswa dikeluarkan sejak Oktober 2009, saat kepala sekolah baru menjabat.
Aksi unjuk rasa sebenarnya sudah dilakukan sporadis sejak Kamis (4/5) dan puncaknya pada Jumat (5/5). Meredam kemungkinan aksi kekerasan, pihak sekolah bersama tiga aparat kepolisian dari Polsek Gondokusuman meminta siswa masuk areal sekolah, agar tidak menganggu warga sekitar.
Aksi unjuk rasa terhenti akibat masjid di dalam sekolah mulai menggelar sholat Jumat, namun siswa perempuan tetap bergerombol di ruang kelas di lantai dua.
Endra Widyarso kepala sekolah SMP Muhammadiyah 10 mengatakan,"Anak-anak kaget, dulu tata terbit agak longgar. Hanya kaget saja (sekarang lebih ketat)."
Guru dan siswa yang dikeluarkan, menurut dia akibat melanggar tata tertib sekolah. (Harian Jogja/Miftahul Ulum)
