Kamis, 04 Februari 2010 10:29:36
JOGJA: Aksi perampokan dengan jumlah kerugian yang cukup besar terjadi di Jogja, Rabu (3/2). Aksi yang terbilang cukup nekat itu berlangsung pada pukul 07.00 WIB saat penghuni rumah sekaligus Toko Victoria, di Jalan HOS Cokroaminoto No.213, Tegalrejo, Jogja sudah terbangun.
Dalam aksinya, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah lima orang ini menggasak perhiasan senilai Rp1,5 miliar dan menyekap seluruh penghuni. Namun, Kapoltabes Jogja Kombes Pol. Ahmad Dofiri enggan menyebutkan aksi tersebut sebagai perbuatan nekat para perampok. “Saya nggak mau komentar soal kenekatan itu. Ini yang pasti, karena adanya celah,” katanya kepada Harian Jogja, Rabu (3/2) malam.
Dirinya berharap, selain dari patroli aparat kepolisian, saat ini dibutuhkan partisipasi warga Jogja untuk lebih saling bahu membahu dalam menjaga keamanan kota ini. Menyinggung modus pelaku kejahatan, Ahmad Dofi ri mengatakan pihaknya masih mendalami kasus itu.“Hingga kini kami masih terus melakukan pendalaman, di antaranya melakukan pemeriksaan terhadap saksi serta masih terus mengolah barang bukti serta sejumlah jejak yang mungkin tertinggal serta menjadi petunjuk kami,” kata dia.
Mengenai modus operandi yang digunakan pelaku terkait waktu perampokan pada pagi hari, dia mengakui memang tidak seperti biasanya. Karena saat itu sebagian besar penghuni dan warga sekitar sudah terjaga. “Penyelidikan yang kami lakukan termasuk mempelajari apakah senjata api (Senpi) yang digunakan oleh pelaku asli atau palsu, karena dalam kenyataannya Senpi tersebut hanya digunakan untuk mengancam dan tidak diledakkan, yang jelas kami masih terus menyelidikinya,” pungkas dia.
Dalam kejadian tersebut diketahui tidak ada korban jiwa. Namun, jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar yang terdiri dari perhiasan emas dan berlian serta lima buah Ponsel. Adapun peristiwa itu berawal saat pukul 07.30 WIB, Candrawati (38) pemilik rumah saja pulang dari mengantarkan anak ke sekolah.
Menurut pengakuan korban saat diperiksa polisi, setiba di rumah sekaligus toko itu, Chandrawati didatangi sekitar tiga hingga lima pengunjung tak dikenal. Candrawati mengira mereka berniat untuk membeli spare part air mineral jualannya. Tanpa disadari, pelaku langsung menyekap korban dan penghuni rumah lainnya yaitu Achiong alias Niko (48) serta dua pembantu Neneng dan Ria.
Sebagian dari pelaku menodongkan senjata tajam berupa pisau ke arah para korbannya. Dan yang lainnya memaksa korban untuk menunjukkan tempat penyimpanan harta. Korban menuruti kawasan perampok itu saat ditodong dengan senjata api (Senpi) dan tajam.
Tanpa berlama-lama, para perampok langsung menguras harta korban berupa lima buah Ponsel, emas dan berlian. Setelah mendapatkan hasil jarahannya, para perampok meninggalkan lokasi melalui pintu utama, yang menurut pengakuan korban dalam keadaan sepi. Setelah para perampok kabur, korban dan yang lainnya berusaha melepaskan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar dan melapor ke Polsek terdekat.
Pernah dirampok
Sementara itu, dari keterangan Mujiono salah seorang warga sekitar, korban yang merupakan warga keturunan Tiong Hoa itu sudah cukup lama menetap di wilayah tersebut. Menurut penuturannya, sekitar tiga tahun lalu, korban juga pernah dirampok. “Sekitar tiga tahun yang lalu sepertinya juga pernah dirampok,” katanya singkat.
Angka tindakan kejahatan perampokan di DIY, menurut data Harian Jogja, cukup banyak terjadi sejak November 2009. Pada Selasa, 17 November 2009 aksi perampokan terjadi di wilayah Sleman. Kawanan perampok ketika itu beraksi di rumah Paryati (57), warga Sleman III RT 7/10, Triharjo, Sleman.
Dalam aksinya, para pelaku yang diduga berjumlah dua orang, merampas telepon selular (Ponsel) dan uang tunai Rp1 juta milik korban. Sejumlah aksi lainnya menimpa Toko Seluler Master Link di Jalan Kaliurang (Jakal) km 7,3 pada 11 Juni 2009. Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan massa.
Oleh Rina Wijayanti & Adhitya Noviardi
HARIAN JOGJA
