Rabu, 03 Februari 2010 10:43:48
GODEAN: Bukan hal yang mudah mempertahankan Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK) Natya Lakshita hingga berumur 30 tahun. Lika-liku perjalanan yang tentunya bukan lagi dianggap sebagai penghambat namun sebuah kilas balik belaka.
LPK Natya Lakshita, yang didirikan Didik Nini Thowok, Senin (1/2) malam, merayakan ulang tahun ke-30 di Pendapa Monumen Diponegoro di Tegalrejo, Jogja. Perayaan tersebut dilakukan dengan sangat sederhana, namun tetap meriah.
Tamu yang datang, termasuk anak-anak, langsung disuguhi makanan tradisional, seperti kacang rebus, kue lapis, hingga ubi rebus. Bahkan untuk sebuah kilas balik, Didik juga meminta tamu untuk menuliskan kesan dan pesan pada kanvas di pintu masuk pendapa. Sedangkan acara utama hanya sebuah upacara potong tumpeng yang dilakukan oleh Didik sendiri.
Suasana semakin memikat kala alunan irama keroncong mulai didendangkan. Menurut Didik, 30 tahun usia LPK ini telah banyak yang diraih. Mulai sebuah kenangan perjuangan hingga mengantarkan dirinya menuju 5 benua. "Umur LPK ini sudah 30 tahun. Tentu saja kita akan semakin menjadi dewasa, lebih berhati-hati. Dan harus semakin matang lagi ke depannya," ujar Didik.
Dengan pencapaian yang luar biasa ini, bukan berarti Didik merasa telah cukup dengan apa yang diraihnya. Dirinya mengaku masih ingin mengembangkan LPK ini menjadi lebih baik lagi.
“Menapaki 30 tahun harus ada perubahan di manajemen. Dulu memang dipegang oleh seniman yang kita paksa untuk mengatur semuanya. Ke depan saya ingin mencoba masuknya lulusan manajemen yang sesungguhnya,” tambah Didik.
Didik nantinya akan mencoba untuk fokus pada penggarapan artistik tari saja. Manajemen selama 30 tahun ini digambarkan Didik seperti acara pada malam hari itu, yang memang tak tertata.
“Semuanya hari ini serba spontanitas, tak tertata, tidak ada manajemen pertunjukan sama sekali. Sampai-sampai Romo Banar tadi menyindir, 'Kamu itu udah biasa dengan manejemen pertunjukkan kok nggak bisa garap acara pertunjukan hari ini dengan baik'. Tapi itulah kilas balik kita yang penuh spontanitas. Untuk ke depannya tentu akan saya garap dengan lebih baik lagi,” tambah Didik.
Didik juga mengaku jika sebenarnya perhelatan malam itu hanya terkonsep sebuah acara kangen-kangenan antar pendiri dan pendukung LPK Natya Lakshita. Acara ini dihadiri beberapa tokoh seniman hingga Istri Wakil Walikota Jogja, Hj Ana Haryadi.
Didik sendiri masih menyimpan harapan pribadi, yaitu ingin memiliki sebuah galeri. Galeri ini untuk memajang seluruh koleksinya dari awal perjuangannya hingga kini. Lebih spesifik, Didik juga ingin membuat sebuah rangkaian perjalanannya berbentuk buku maupun video yang akan terpajang di galeri tersebut.
Oleh Joko Nugroho
HARIAN JOGJA
