Jum'at, 29 Januari 2010 09:43:26
JOGJA: Sebagian besar siswa mampu menguraikan dampak dan polemik seputar pelaksanaan ujian akhir nasional (UAN). Namun mereka enggan untuk bersikap menolak atau mendukung program pemerintah itu.
Kemampuan siswa menguraikan seluk beluk UAN terlihat pada lomba pidato antar siswa yang digelar mahasiswa Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UMY, Kamis (28/1). Lomba sehari itu diikuti 31 peserta meningkat dibanding pendaftar saat lomba baru dimulai yang hanya diikuti 29 siswa.
“Hanya memang sebagian peserta berasal dari sekolah mapan,” kata Nurul Hasmi koordinator lomba yang mengangkat tiga tema, UAN, pemanasan global dan ramalan kiamat 2012. Panitia, lanjut dia, sebenarnya mendatangi lebih dari 100 sekolah untuk mengundang namun yang ikut lomba hanya 20 sekolah.
Meski bila dibanding gelaran sejenis peserta lomba pidato kali ini lebih banyak, panitia berharap peserta lebih banyak dari itu. Lomba pidato, menurut Endang Purwantiningsih guru Bahasa Indonesia SMA 4 Jogja yang ditemui di sela-sela lomba berguna membentuk karakter siswa.
Meski terbilang mudah, lomba pidato bisa menumbuhkan rasa percaya diri, dorongan mencari data, hingga menyampaikan pikiran dengan runtut. “Itu bisa berguna setelah lulus,” kata Endang menguraikan manfaat kemampuan berpidato bagi siswa.
Menanggapi perihal tema yang diangkat, dia hanya menegas kan bahwa UAN tetap perlu dilaksanakan namun tidak menjadi indikator utama penentuan kelulusan siswa. Saat lomba berlangsung, Amanda dari SMA 1 Sedayu menjadi salah satu siswa yang menilai UAN tetap perlu dilaksanakan guna mengukur kemampuan siswa.
Namun peserta lain, Erni kurniawati dari SMA 1 Sleman menilai bahwa cita-cita mengukur hasil belajar melalui ujian akhir itu ada sejak tahun 1970-an. “Namun sampai sekarang masih ada beda penilaian antara pusat dengan sekolah,” katanya.
Meski bisa mengkritisi UAN, sebagian peserta tidak secara tegas menolak ujian yang diselenggarakan secara nasional itu. Dari 31 peserta lomba, dewan juru pada akhirnya memutuskan Nadia Rafi ana dari SMA 10 Jogja sebagai juara pertama, Nabila Nur Fajarina dari SMA 1 Jogja juara kedua dan Riska Titis Arisanti dari SMA Muhammadiyah Sewon Bantul sebagai juara tiga.(miu)
