Keselarasan universal...
Rabu, 03 Februari 2010 10:32:48

Om Swastyastu
Om Ano Bhadrah Kratawo Yantu Wiswatah

Agama Hindu, sebuah agama keselarasan dan kedamaian yang universal, memandang manusia sebagai satu keluarga besar, alam semesta, individu dan Tuhan. Kitab Suci Weda, adalah ungkapan prinsip keuniversalan beberapa yang  tertuang, berhubungan nilai moral dan spiritual yang global.

Berikut ini adalah beberapa segi utama dalam pemikiran keagamaan Hindu yang memberikan kontribusi pada visi dan pandangan yang universal.

Kesucian seseorang individu memiliki intisari yang sama. Setiap individu tidak memandang agama, warna kulit, atau  keturunan  kenyataan adalah atman (roh atau jiwa) yang bersatu dalam fisik. Atman merupakan pusat spiritual dalam tubuh manusia, ia adalah sumber dari pengetahuan, kekuatan, cinta kasih dan kemurnian yang tidak terbatas.

Menurut pandangan Hindu, atman yang sama berada pada semua makhluk. Perbedaannya tidak terletak pada atman tetapi pada tingkat manifestasi, tergantung pada jenis fisik atman yang berhubungan dengannya. Dalam badan manusia atman adalah manifestasi tertinggi. Sehingga dalam pandangan Hindu setiap manusia adalah mulia, sempurna dan murni.

Kebenaran dan kebaikan tertanam dalam sifat seseorang. Bagaimanapun juga, karena ketidakperdulian (maya atau awidya) seseorang  merasa dibatasi, lemah dan tidak  sempurna dan melakukan dosa. Sama dengan kegelapan hilang dengan munculnya cahaya, khayalan seseorang akan hilang ia mencapai pengetahuan Tuhan.

Seperti yang terdapat dalam Sarasamuscaya: “Kadi krama sang hyang aditya, an wijil, humilangken petengning rat, mangkana tikang wwang mulahakening  dharma, an hilangaken salwiring papa.“ Seperti perilaku matahari yang terbit  melenyapkan gelapnya dunia, demikianlah orang yang melakukan dharma, adalah memusnahkan segala macam dosa.

Salah satu pemberian agama Hindu yang paling agung pada umat manusia yaitu sikap toleransi keagamaan dan keselarasan universal. Melalui  pengalaman spiritual para Maha Rsi menemukan banyak cara untuk mencapai kenyataan mutlak dan cara berbeda untuk mendekatkan diri pada-Nya. Sehingga orang bijak menyebutnya dalam Rg Weda dengan ekam sat viprah bahudha vadanti. Kebenaran adalah satu, hanya orang bijaksana  menyebutnya dengan banyak nama.

Kenyataan mutlak atau kebenaran disebut sebagai Brahman dalam Upanisad dinyatakan; "Manifestasi Brahman dalam setiap manusia adalah atman.“ Atman dan Brahman adalah sama, demikian juga dalam Bhagawad Gita dinyatakan sebagai berikut: Dalam cara apapun manusia mencintai Aku, dengan cara yang sama mereka akan menemukan cinta kasih-Ku, Bebagai cara manusia, tetapi pada akhirnya  mereka akan mencapai aku”  (Bg.IV.11 ).

Konsep Hindu tentang kesatuan dari semua keberadaan memiliki dua aspek. Pertama semua makhluk adalah memiliki manifestasi Tuhan. “Manusia memiliki kulit yang berbeda serta warna kulit yang berbeda pula, tetapi di dalam kulit yang berbeda tersebut  mengalir darah  yang sama.

Kedua, penyatuan seseorang dan Tuhan merupakan penyatuan seseorang dengan yang lainnya. Semua manusia adalah anggota dari satu keluarga besar Tuhan, Vasudaiva kutumbaka semua manusia dalah satu keluarga, karena Tuhan adalah ibu, ayah, teman dan penyelamat semua.

Dalam ajarannya disadari adanya perbedaan dalam pikiran manusia. Ini dipengaruhi manusia yang dikendalikan dengan tiga kekuatan alam yang disebut dengan Tri Guna; Sattvam Rajas dan Tamas. Dalam Bhagawad Gita: Sattvam, Rajas dan Tamas (cahaya, api  dan kegelapan) adalah tiga  sifat alami.

Dalam Gaya Tri Mantram, mantram adalah yang paling suci dan tertinggi dan orang Hindu tidak berdoa untuk kemakmuran dan kekayaan diri mereka sendiri, tetapi ia berdoa demi kemurnian semua makhluh hidup di dunia. Tuhan adalah pemberi kehidupan, penghilang kesedihan, dan penganugerah kebahagiaan.

Marilah kita bermeditasi kepada sang pencipta, semoga beliau memberikan  inspirasi dan mengarahkan pikiran dan kecerdasan kita. Semua manusia adalah satu keluarga (vasudaiwa kutukbaka) dalam Bhagawad Gita dinyatakan sebagai  berikut; Ia yang  melihat-Ku dalam semua mahluk hidup dan semua mahluk dalam diriku, darinya Aku tidak akan pernah hilang, atau tidak akan pernah pergi dari-Ku.

Prilaku inilah hendaknya kita tabur terhadap semua kehidupan, kedamaian akan menjadi pilihan yang utama. Mahatma Gandhi adalah pelopor ahimsa yang paling hebat. Sebelumnya, doktrin ahimsa telah diterapkan dalam kegiatan manusia yang bersifat  keagamaan atau spiritual.

Ia adalah pemimpin pertama yang mengemukakan doktrin ahimsa dalam tindakan sosial, politis dan kemasyarakatan bagi seorang  pemimpin. Ia menggunakan anti kekerasan sebabagai alat yang baik untuk  mengarahkan kedamaian.

Gandhi sepanjang hidupnya mengatakan: "Ahimsa adalah Tuhanku; kebenaran adalah Tuhanku. Ketika Aku mencari ahimsa, kebenaran mengatakan temukanlah ahimsa melaluiku. Ketika aku mencari ahimsa temukanlah kebenaran melalui diriku. Ini mengindikasikan jalan cinta kasih yang universal akan membawa pada kesuksesan dan keselaran yang utama."

Kesatuan tidak boleh dibelokkan dari pemikiran ideologi yang menghancurkan perbedaan, atau peradaban yang menjadi pemecah belah dalam menghancurkan kesatuan. Tradisi keagamaan Hindu memiliki kedalaman spiritual yang dapat menyuburkan peradaban yang bersifat global.

Keterbukaannya terhadap pemikiran yang baru, percobaan dan pengalaman kerakternya, penolakan terhadap dogmatisme apa yang berada di luar pengertian manusia, dan pandangan spiritualnya yang asli adalah penyusunan dari peradaban yang global tersebut. Semua doktrin Agama Hindu memiliki penerapan dan karakter yang universal. Doktrin keselarasan dan  persaudaraan yang universal (vasudaiva  kutumbakam) adalah suatu yang dapat diterapkan pada semua  orang dalam setiap kehidupan.

Doktrin kemuliaan atma (jiwa) mengatakan bahwa setiap manusia, jenis kelamin dan sebagainya sama-sama mulia dan tujuan hidupnya guna mengungkapkan kemuliaan ini dalam apapun yang dilakukan di dunia. Sarve bhawantu sukhinah berarti biarkanlah  semua orang di dunia ini hidup dalam kedamaian.

Hukum dharma adalah hukum pertumbuhan dan keselarasan untuk semua manusia, dan ahimsa adalah hukum yang universal terhadap kebaikan dan pengabdian dan kasih sayang pada semua mahluk Tuhan. Hukum karma adalah hukum keadilan yang universal.

Om Santi Santi Santi Om.

I Nyoman Warta
Bimas Hindu Kanwil Depag Provinsi DIY

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar